Surat Utang - Kliring

Jenis surat utang yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia dan dikliringkan oleh KPEI diantaranya adalah obligasi korporasi, surat utang negara, sukuk korporasi, surat berharga syariah negara/sukuk negara dan efek beragun aset. 

Definisi dari jenis surat utang di atas adalah sebagai berikut:

  1. Obligasi Korporasi adalah obligasi yang di terbitkan oleh Perusahaan Swasta Nasional termasuk BUMN dan BUMD
  2. Surat Utang Negara  adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, terdiri dari:
    a. Obligasi Negara (termasuk Obligasi Negara Retail/ORI)
    b. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)
  3. Sukuk Korporasi adalah Instrumen berpendapatan tetap yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan Bapepam&LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah. 
  4. Surat Berharga Syariah Negara/SBSN atau Sukuk Negara adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah yang berdasarkan Syariah Islam sesuai dengan Undang-Undang No. 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
  5. Efek Beragun Aset (EBA) adalah Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan Underlying Aset sebagai dasar penerbitan.

KLIRING TRANSAKSI SURAT UTANG
Dalam menghitung hak dan kewajiban transaksi surat utang, KPEI menggunakan 2 metode kliring  yakni netting dan per-transaksi. Kedua metode ini dapat digunakan untuk pemenuhan hak dan kewajiban baik berupa uang dan atau efek baik di Pasar Reguler maupun Negosiasi. 

Adapun perhitungan nilai hak dan kewajiban yang dilakukan KPEI dengan cara sebagai berikut:

Definisi :
•   Clean price : nilai transaksi suatu obligasi yang belum termasuk perhitungan accrued interest
•   Accrued interest : Sejumlah dana yang menjadi hak penjual apabila transaksi jual-beli obligasi terjadi diantara dua tanggal pembayaran kupon bunga obligasi.
                                  ​Perhitungan hari bunga untuk obligasi selalu menggunakan 30 hari setiap bulannya dan 360 hari setiap tahunnya
•   AK-EBU : Anggota Kliring-Efek Bersifat Utang

Dalam menjalankan proses kliring, KPEI menggunakan sistem Electronis Bond Clearing System (e-BOCS) yang berbasis web. Sistem ini menyediakan informasi hasil kliring berupa DHK hanya untuk level Anggota Kliring (AK). Selain fungsi kliring, e-BOCS juga menjalankan proses konfirmasi-afirmasi transaksi, administrasi pajak, mengeluarkan instruksi penyelesaian hingga pelaporan. Untuk dapat mengakses e-BOCS, AK membutuhkan user ID, password dan keyfile tertentu.
Untuk Peraturan KPEI yang mengatur tentang kliring transaksi efek bersifat utang dapat klik di sini.

Berikut bagan mekanisme kliring transaksi surat utang tersaji di bawah ini:

SIMULASI PERHITUNGAN HAK DAN KEWAJIBAN TRANSAKSI SURAT UTANG :