Jasa Pinjam Meminjam - Penyelesaian

Pada transaksi pinjam meminjam efek, struktur rekening yang digunakan diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Posisi sebagai pemberi pinjaman menggunakan:

  1. Rekening Depositori (Rek 001) / Sub Rekening Efek Depositori (Sub Rek 001) sebagai rekening depositor
  2. Rekening Pinjam Meminjam Efek Penerima Pinjaman (Rek 003) sebagai rekening penerimaan dalam bentuk cash (NRC/cash manufactured dividend.​
  3. Rekening Pinjam Meminjam Efek Pemberi Pinjaman (Rek 005)/ Sub Rekening Pinjam Meminjam Efek Nasabah Pemberi Pinjaman (Sub Rek 005) merupakan rekening yang digunakan sebagai :
    -  Penempatan saham pinjaman
    -  Penerimaan pengembalian saham (stock manufactured dividend)
    -  Pencatatan pinjaman

2.    Posisi sebagai penerima pinjaman, menggunakan beberapa rekening sebagai berikut :

  1. Rekening Efek Penyelesaian(Rek 002) sebagai rekening penerimaan saham pinjaman
  2. Rekening Pinjam Meminjam Efek Penerima Pinjaman (Rek 003) merupakan rekening yang digunakan sebagai
    - Pengembalian pinjaman saham
    - Penyerahan cash (NRC/cash manufactured dividend)
  3. Rekening Jaminan(Rek 004)/Sub Rekening Efek Jaminan (Sub Rek 004) sebagai rekening penempatan agunan
  4. Rekening Pinjam Meminjam Efek Pemberi Pinjaman (Rek 005)/ Sub Rekening Pinjam Meminjam Efek Nasabah Pemberi Pinjaman (Sub Rek 005) sebagai rekening pencatatan pinjaman

​Adapun mekanisme transaksi pinjam meminjam efek yang dilakukan oleh pemberi dan penerima pinjaman baik secara reguler maupun front end dengan menggunakan sistem e-CLEARS dapat dilihat pada bagan di bawah ini :

Mekanisme Peminjaman Efek

Bagan di atas menjelaskan, bahwa peminjaman dengan metode reguler dapat dilakukan dengan cara Anggota Kliring menghubungi KPEI melalui telpon atau email, sedangkan peminjaman dengan metode front end melalui input pada aplikasi front end. Setelah itu, Anggota Kliring melakukan input pesanan pinjaman di e-CLEARS (untuk kedua metode) dan selanjutnya e-CLEARS akan mem-validasi terkait 3 (tiga) hal, yakni:
1.  Ketersediaan agunan penerima pinjaman (collateral)
2.  Ketersediaan efek di rekening milik pemberi pinjaman (lendable balance)
3.  Borrowing limit, yang terdiri dari:

a.  Batasan nilai pinjaman per penerima pinjaman (borrowing value limit)
b.  Batasan jumlah saham yang dapat dipinjamkan terhadap jumlah saham beredar (Lendable Pool Limit)
c.  Batasan jumlah saham yang dapat dipinjamkan terhadap keseluruhan saham pada lendable pool KPEI
    (Borrowing securities limit)

Saat sistem e-CLEARS selesai mem-validasi 3 (tiga) hal di atas, status pesanan pinjaman yang semula masih order berubah menjadi matched. Selanjutnya, proses pemindahbukuan pinjaman efek akan berlangsung. Pemberi pinjaman yang efeknya dimiliki oleh Anggota Kliring akan melakukan pemindahbukukan efek dari Rekening Depositori (Rek 001) ke Rekening Pinjam Meminjam Efek Pemberi Pinjaman (Rek 005) sedangkan jika efek yang dipinjamkan dimiliki oleh nasabah Anggota Kliring berasal dari Sub Rekening Efek Depositori (Sub Rek 001) dipindahbukukan ke Sub Rekening Pinjam Meminjam Efek Nasabah Pemberi Pinjaman (Sub Rek 005). Selanjutnya dari Rek 001 atau Sub Rek 001 akan dipindahbukukan lagi ke Rekening Penyelesaian Pinjam Meminjam Efek KPEI (Rek 005). Dari Rek 005 KPEI akan dipindahkan ke Rekening Efek Penyelesaian (Rek 002) penerima pinjaman.

Sementara itu, terkait proses pengembalian pinjaman, penerima pinjaman akan mengembalikan efek yang dipinjam melalui Rekening Pinjam Meminjam Efek Penerima Pinjaman (Rek 003) untuk dipindahbukukan ke ke Rekening Penyelesaian Pinjam Meminjam Efek KPEI (Rek 005). Jika saat jatuh tempo pengembalian pinjaman, di Rek 003 tidak tersedia efek, maka sistem e-CLEARS secara otomatis akan mengambil efek yang tersedia di Rekening Jaminan (Rek 004) milik Anggota Kliring atau Sub Rekening Efek Jaminan (Sub Rek 004) milik nasabah Anggota Kliring, tergantung pihak yang menjadi penerima pinjaman. Proses pengembalian pinjaman efek dengan autodebet dari Rek 004 di atas disebut dengan Embedded Action. Selanjutnya, dari Rek 005 KPEI akan dipindahbukukan lagi ke Rek 005 atau Sub Rek 005, tergantung pihak yang menjadi pemberi pinjaman dan dipindahkan ke Rek 001 atau Sub rek 001. 

Apabila penerima pinjaman tidak dapat mengembalikan jumlah efek yang dipinjam kepada KPEI, maka KPEI akan memberlakukan mekanisme Non reimbursement Compensation/NRC senilai 125% dari harga tertinggi efek pinjaman yang tidak dapat dikembalikan. Harga tertinggi diperoleh dari harga efek saat transaksi dilakukan (T+0) pada sesi 1 dan sesi 2 serta pada saat penyelesaian transaksi (T+3) sesi 1, dipilih mana yang tertinggi diantara ketiga harga tersebut.

Adapun bagan mekanisme pengembalian efek pinjaman yang dilakukan oleh penerima pinjaman adakah sebagai berikut:

Mekanisme Pengembalian Efek

Berikut disajikan simulasi perhitungan biaya atas transaksi pinjam meminjam efek baik secara reguler maupun front end:

Pada tanggal 16 Januari 2017 (T+0), AK X melakukan transaksi jual saham UNVR sebanyak 10.000 lembar saham. Saat penyelesaian T+3 yakni pada tanggal 19 Januari 2017, AK X wajib menyerahkan saham UNVR kepada KPEI. Namun, pada tanggal penyelesaian, AK tersebut tidak dapat menyerahkan saham dan akhirnya dilakukan peminjaman efek ke KPEI. AK X  melakukan pinjaman selama 4 hari (19-24 Januari 2017).

Sebagai informasi, harga penutupan saham UNVR:
19 Januari 2017        Rp 10.120
20-22 Januari 2017    Rp 10.180
23 Januari 2017        Rp 10.060
24 Januari 2017        Rp 10.125

Berapa total biaya yang dibayarkan oleh penerima pinjaman dan yang diterima oleh pemberi pinjaman atas transaksi pinjam meminjam efek UNVR di atas?

Metode Reguler:

Metode Front End:
Diasumsikan matched fee (fee penerima pinjaman) melalui front end sebesar 8%, fee KPEI sebesar 1% sehingga fee pemberi pinjaman sebesar 7% (fee pemberi pinjaman = fee penerima pinjaman-fee KPEI).