Jasa Pengelolaan Agunan - Penilaian

KPEI melakukan penilaian agunan terhadap aset milik Anggota Kliring maupun nasabahnya yang mempunyai nilai pasar. Besarnya nilai agunan ini disesuaikan dengan nilai haircut, besaran persentase eligible agunan, konversi nilai tukar dan batasan nilai agunan efek (collateral disallowance). Penilaian agunan  yang dilakukan KPEI ini, mengacu pada prinsip 5 PFMI-IOSCO. Prinsip ini mensyaratkan KPEI untuk menerima agunan tidak hanya mempertimbangkan risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar yang rendah tetapi juga mempertimbangkan Wrong Way Risk, Concentration Risk, Operational Risk dan Legal Risk.

Berikut formula yang digunakan KPEI dalam menilai agunan online dan offline :

  1. ​Agunan offline mata uang IDR
  2. ​Agunan offline mata uang non IDR
    Agunan offline yang baru ditempatkan oleh Anggota Kliring efektif berlaku pada hari berikutnya setelah dilakukan verifikasi dokumen.
  3. Kas mata uang IDR
  4. Kas mata uang non IDR
  5. Saham
    ​Penilaian agunan online saham memperhitungkan perfect collateral dan concentration limit. Volume maupun nilai agunan saham yang melebihi concentration limit maka tidak diperhitungkan sebagai agunan.
  6. ​​Obligasi Pemerintah dan Obligasi Perusahaan
    ​Penilaian agunan online obligasi memperhitungkan perfect collateral dan concentration limit. Jika nilai agunan obligasi melebihi concentration limit maka tidak diperhitungkan sebagai agunan.

Untuk mengetahui nilai dan tipe agunan yang dikelola KPEI dapat melihat menu data statistik agunan.