Jasa Pengelolaan Agunan - Agunan

JENIS AGUNAN 
Untuk mendukung transaksi disetiap segmen pasar dan untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan serta pemantauan atas posisi agunan tiap pasar, KPEI menerapkan mekanisme cross collateral dimana satu agunan baik online maupun offline dapat dijadikan agunan untuk satu atau lebih dari satu jenis pasar dengan persentase eligible tertentu pada masing-masing pasar, yaitu pasar ekuitas, surat utang, dan pinjam meminjam efek. Khusus untuk pasar derivatif, Anggota Kliring memiliki agunan terpisah berupa kas di bank pembayaran.

Agunan online yang dapat diterima oleh KPEI terdiri atas agunan berbentuk uang kas, obligasi, saham, serta exchange-traded fund (ETF). Agunan kas dapat berupa mata uang IDR maupun mata uang non IDR (yang diperbolehkan sesuai ketentuan KPEI) yang ditempatkan di rekening jaminan tanpa adanya pembatasan jumlah dana yang diagunkan. Sedangkan obligasi yang dapat diterima adalah obligasi negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia juga obligasi perusahaan dengan rating minimal BBB yang terdaftar di BEI dan telah diadministrasikan di KSEI. Untuk saham serta reksadana (ETF) yang dapat diterima di KPEI adalah seluruh saham dan ETF yang terdaftar di BEI dan ETF yang diperdagangkan di BEI. Khusus untuk agunan berupa efek, KPEI menetapkan parameter tertentu berupa pembatasan agunan dengan tujuan meminimalisasi concentration limit dan risiko pasar. Adapun bentuk pembatasannya adalah dari persentase tertentu maupun dari nilai absolute IDR tertentu.

Sementara itu,  agunan offline yang dapat diterima oleh KPEI adalah agunan berupa dana minimum kas (MCC) dengan persyaratan tertentu, deposito, Bank Garansi dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Berikut penjelasan lengkap dari masing-masing jenis agunan offline :

a.    Deposito Berjangka,  dengan persyaratan sebagai berikut:
•    Jangka Waktu Deposito minimal satu bulan;
•    Deposito dalam bentuk mata uang rupiah (IDR) atau mata uang asing yang diperbolehkan sesuai peraturan KPEI;
•    Dokumen pendukung penyetoran agunan dalam bentuk deposito berjangka wajib diverifikasi dan divalidasi oleh Divisi  membawahi fungsi Hukum dan Keanggotaan;
•    Penginputan agunan dilakukan apabila dokumen telah dilengkapi dan melalui seluruh proses yang ada di dalam prosedur yang telah ditetapkan.

b.    Dana Minimum Kas 
•    Dana Minimum Kas adalah agunan minimum yang harus dipenuhi oleh Perusahaan Efek yang baru menjadi Anggota Kliring maupun yang sudah menjadi Anggota Kliring yang ditetapkan dalam bentuk kas atau setara kas;
•    Dana Minimum Kas ditetapkan senilai 10% (sepuluh persen) dari rata-rata nilai penyelesaian harian (kewajiban serah efek dan serah dana) setiap Anggota Kliring selama 6 bulan terakhir atau sekurang-kurangnya Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah);
•    Dana Agunan minimum dalam bentuk kas/setara kas yang disetor tunai, dikelola dalam bentuk deposito berjangka di masing-masing Bank Pembayaran yang ditunjuk oleh AK.

c.    Bank Garansi, dengan persyaratan sebagai berikut:
•    Bank Garansi dalam bentuk mata uang rupiah (IDR) atau dolar Amerika Serikat (US Dollar). 
•    Memiliki jangka waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan; 
•    Bank Garansi bersifat irrevocable (tidak dapat ditarik kembali) dan unconditional (tidak bersyarat);
•    Bank Garansi wajib diverifikasi dan divalidasi oleh Divisi  membawahi fungsi Hukum dan Keanggotaan
•    Agunan dalam instrumen Bank Garansi dikenakan Haircut sebesar 5% dari nilai yang diagunkan.

d.    Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dengan persyaratan sebagai berikut:
•    Sertifikat Bank Indonesia yang dapat dijadikan Agunan adalah Sertifikat Bank Indonesia yang telah melampui periode larangan melakukan transaksi sesuai ketentuan Bank Indonesia;
•    Memiliki jangka waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan;
•    Dokumen Pelengkap pengagunan SBI terdiri dari Surat Kuasa Penjualan SBI dan Surat Pencabutan Kuasa Penjualan SBI;
•    Agunan dalam instrumen SBI dikenakan Haircut sebesar 5% dari nilai yang diagunkan.

Setelah itu, instrumen agunan online akan diadministrasikan melalui sistem  e-CLEARS  sedangkan agunan offline melalui sistem Automated Risk Monitoring System (ARMS), dan selanjutnya menjadi dasar perhitungan Trading Limit untuk setiap Anggota Kliring. 

Besaran agunan yang harus disetorkan setiap Anggota Kliring bergantung pada besaran transaksi Anggota Kliring yang bersangkutan. Anggota Kliring yang ingin bertransaksi dalam jumlah besar, maka harus diimbangi dengan besarnya agun¬an yang disetor. Dengan demikian, bila Anggota Kliring berencana untuk meningkatkan nilai transaksi, Anggota Kliring tersebut dapat mempersiapkan diri dengan menambah nilai agunannya.

CONCENTRATION LIMIT
Concentration limit atau pembatasan agunan yang diberlakukan terhadap agunan jenis saham dan obligasi yang disetorkan oleh Anggota Kliring. Pembatasan nilai dan  volume saham dibatasi berdasarkan batasan nilai absolut IDR atau presentasi (%) tertentu dari jumlah saham yang tercatat (listed) di BEI,  atau pembatasan jumlah IDR saham dibatasi dengan memperhitungkan besarnya kapitalisasi pasar dan potongan haircut saham sesuai dengan ketentuan KPEI. 

Sedangkan untuk pembatasan obligasi dipantau melalui penerbit dari obligasi itu sendiri, jika obligasi diterbitkan oleh pemerintah Indonesia maka tidak dilakukan pembatasan terhadap obligasi yang diterbitkan, dan jika obligasi diterbitkan oleh perusahaan maka pembatasan ditetapkan dengan berdasarkan rating dari obligasi tersebut. 

ELIGIBLE AGUNAN
Eligibility agunan merupakan penerapan dari cross collateral dimana satu agunan dapat dijadikan agunan untuk satu atau lebih dari satu jenis pasar pada transaksi bursa. KPEI menerapkan eligibility agunan atas agunan online maupun offline pada setiap pasar dengan ketentuan sebagai berikut:

HAIRCUT AGUNAN

Berikut nilai haircut atas agunan online dan offline yang ditentukan KPEI :

Khusus untuk saham yang mengalami suspen atau buka suspen, KPEI akan melakukan penyesuaian besaran nilai haircut saham sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

PERFECT COLLATERAL
Perfect Collateral merupakan kondisi saling hapus antara kewajiban serah saham dan agunan saham apabila Anggota Kliring dan/atau nasabahnya memiliki kewajiban serah saham yang sama dengan saham yang berada di rekening agunan, sehingga kewajiban serah efek dianggap telah terpenuhi hingga tanggal penyelesaian. Dengan telah dipenuhinya kewajiban serah saham maka margin atau exposure atas kewajiban tersebut berkurang.